cappuccino break

Ikon

-Just For Expression-

Birokrasi Dalam Pandangan Administrasi

Pemilihan Gubernur Lampung yang rencananya akan digelar pada tahun 2008 – yang dipercepat sesuai  dengan amanat  UU No. 32 Tahun 2004  tentang Pemerintahan Daerah Pasal 233 ayat (2) bahwa kepala daerah yang berakhir masa jabatannya pada Januari 2009 sampai Juni 2009, maka pilkada secara langsung diselenggarakan pada Desember 2008. telah mulai ramai dibicarakan. Partai-partai politik pun sudah mulai membuka pendaftaran bagi cagub dan cawagub yang ingin berkompetisi di ajang ini. Beberapa tokoh nasional pun ikut meramaikan pilgub Lampung yang akan diadakan pada 2008 ini, sebut saja salah satunya mantan Kapolda Metro Jaya Sjofyan Jacoeb, Staf Ahli Mabes TNI Bambang Sudibyo dan lainnya. Incumbent Sjachroedin ZP dan Syamsurya Ryacudu, yang masih menjabat Wakil Gubernur Lampung juga maju sebagai cagub dalam pilgub kali ini dan masih banyak tokoh-tokoh daerah lainnya yang juga cukup populer yang berasal dari berbagai kalangan dan profesi. Para pengamat politik dan akademisi juga sudah mulai memperbincangkan mengenai kans dan peluang dari masing-masing calon tersebut. Terlepas dari keadaan itu semua, saya ingin menyampaikan sedikit pandangan mengenai politik dan pemerintahan Lampung kedepan ditinjau dari perspektif Ilmu Administrasi. Seperti sudah saya kemukakan pada artikel saya yang terdahulu, bahwa batasan administrasi menurut saya adalah suatu proses penataan usaha yang timbul ketika dua orang atau lebih yang memiliki tujuan yang sama yang kemudian berinteraksi dalam suatu organisasi, melakukan kerjasama dengan menggunakan instrumen dan sumber yang mungkin terbatas. Dari batasan definisi ini, secara luas administrasi dapat diterapkan pada segala bidang dan disiplin ilmu. Seperti pendapat Leonald D. White yang mengemukakan :”Administration is a proccess common to all group effort public or private, civil or military, large scale or smale scale.”, yang dalam terjemahan kedalam bahasa Indonesia berarti Administrasi adalah suatu proses yang biasanya terdapat pada semua usaha kelompok, baik usaha pemerintah maupun swasta, sipil atau militer, baik dalam skala kecil ataupun besar. Jika berpedoman pada pendapat ini, maka administrasi dapat diterapkan pada setiap bidang, dan penyebutannya bergantung pada lingkungan dan lingkup tempat dimana administrasi itu diterapkan. Seperti misalnya apabila administrasi diterapkan dalam pemerintahan maka disebutlah Administrasi Negara—yang sering dikatakan kebanyakan orang sebagai “birokrasi”—, kemudian jika diterapkan dalam dunia ekonomi dan perdagangan maka disebutkan Administrasi Niaga, jika dipakai dalam kegiatan sosial maka dinamakan Administrasi Sosial dan seterusnya tergantung dimana administrasi itu digunakan, dimana masing masing ilmu tersebut tadi memiliki bidang-bidang pembahasan yang lebih lanjut. Namun karena banyaknya cakupan daripada Ilmu Administrasi itu sendiri seperti dikemukakan diatas, maka pada kesempatan ini saya hanya akan memusatkan perhatian pada penerapan administrasi dalam pemerintahan, meskipun implementasinya, dalam bidang ini pun —administrasi = birokrasi— memiliki cakupan dan unsur yang cukup kompleks.  

Menjelang akan diadakannya pesta demokrasi di Provinsi Lampung, yaitu Pemilihan Gubernur Lampung yang penyelenggaraannya dipercepat pada tahun 2008, para kandidat cagub dan cawagub sudah mulai melakukan pendaftaran ke partai-partai yang dianggap mampu melabuhkan mereka ke sebuah “Pulau kemenangan”. Sebenarnya, masih banyak aspek-aspek substantif dan permasalahan yang sangat mendasar di Provinsi Lampung ini yang perlu dibenahi oleh para kandidat yang nantinya berhasil mendapatkan BE 1. Pengentasan kemiskinan? Ya, karena disebut-sebut Lampung termasuk kedalam kategori propinsi yang mendapat predikat miskin di Indonesia –kabar terbarunya bahwa para pejabat masih membingungkan apa yang dijadikan parameter dari kemiskinan ini—. Perluasan lapangan pekerjaan? Ya, karena besarnya jumlah lulusan calon tenaga kerja dengan terbatasnya lapangan kerja yang tersedia. Peningkatan sektor pendidikan? Ya, karena masih banyak masyarakat tertinggal yang belum mendapatkan pendidikan formal yang seharusnya, dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang memiliki korelasi dengan aspek dan permasalahan – permasalahan di Provinsi Lampung ini. Beberapa kandidat cagub memaparkan sedikit mengenai agenda isu politiknya, yang esensinya memberikan prioritas utama kepada pengentasan kemiskinan, dan juga ada yang mengemukakan bahwa akan dilakukan pembaruan bagi rakyat lampung —yang menimbulkan berbagai asumsi, pembaharuan dalam bidang apa— , peningkatan kesehatan, dan lain sebagainya.  

Sebenarnya, masih terlalu dini untuk membahas agenda politik seperti yang disebutkan ini, karena dalam aspek substantif dan permasalahan mendasar —yang dijadikan sebagai isu agenda politik beberapa cagub— menurut penulis dinyatakan menjadi dua faktor yang mempengaruhinya; yaitu faktor internal dan eksternal. Adapun yang menjadi faktor internal adalah dibenahi dan diselenggarakannya sistem administrasi yang benar dan faktor eksternalnya adalah permasalahan-permasalahan yang telah dikemukakan tadi diatas. Berikut paparan mengenai kedua faktor tersebut menurut pandangan penulis:  

 1.      Faktor Internal (Internal Factor)Disinilah yang menurut penulis adalah faktor yang sangat substansial sekali. Faktor internal inilah yang menyebabkan timbulnya faktor eksternal, yaitu permasalahan dari segala aspek dan problem yang dijadikan isu agenda politik yang dikemukakan dimuka. Digambarkan disini, indikator yang dipengaruhi adalah “Tata Pemerintahan” dan yang mempengaruhi adalah “Penerapan Administrasi”, yang selanjutnya disebut Faktor Internal. Dalam indikator Tata Pemerintahan ini, sangat banyak bidang-bidang yang kompleks, dimana semua bidang tersebut sebenarnya bila dipahami, termasuk dalam 8 (delapan) unsur administrasi yang masing-masing unsur ini merupakan disiplin ilmu yang dapat berdiri sendiri dan memiliki bahasan dan pemahaman lebih lanjut. Adapun unsur-unsur tersebut antara lain:

-         Organisasi, disini lebih tepat dinamakan Pengorganisasian, yang meliputi kegiatan-kegiatan seperti penyusunan pola, pengklasifikasian pekerjaan, penentuan dan pembagian tugas kerja, pembinaan hubungan intern dan ekstern dan lainnya 

-Manajemen, unsur ini lebih kepada dominasi kegiatan pimpinan yang kegiatannya seperti perencanan, pengambilan keputusan, pembinaan pegawai, pengkoordinasian satuan dan pelaksana kerja, penyempurnaan baik bentuk maupun tata kerja, dan lain sebagainya.

-  Komunikasi, harus lebih mengutamakan komunikasi administrasi yang baik dalam pelaksanaannya.

-         Kepegawaian, unsur ini meliputi serangkaian kegiatan mulai dari penerimaan, penempatan, pembimbingan, peningkatan sampai dengan pemberhentian pegawai.

-         Keuangan, meliputi pengelolaan anggaran keuangan, dari penentuan sumber, cara penggunaan, pertanggung jawaban secara sah dan efisien setelah penggunaan

-         Tata Usaha, seperti yang telah saya kemukakan pada artikel saya yang terdahulu mengenai pengertian tata usaha, maka kegiatan ini meliputi menghimpun, mencatat bahan keterangan, sampai mengolah, mengadakan, mengirim dan menyimpan bahan keterangan. 

-         Perbekalan/Logistik dan adalah unsur yang bertugas untuk mengurus tentang barang-barang logistik atau inventaris yang dapat membantu terlaksananya kegiatan

-         Hubungan Masyarakat. Merupakan aktivitas yang bertugas untuk menjalin dan menjaga hubungan yang baik antar organisasi swasta/ pemerintah masyarakat dan lainnya.  Perlu diketahui, bahwa pokok yang ingin dicapai daripada Administrasi adalah efisiensi dalam segala hal. Artinya bahwa segala kegiatan yang dijalankan dalam pemerintahan harus didasarkan pada efisiensi. Hal ini berarti bahwa organisasi yang dijalankan harus mencerminkan adanya pembagian kerja yang baik, susunan organisasi yang rasional, pembagian wewenang yang proporsional dengan tugasnya dan sebagainya. Manajemen yang dijalankan juga harus rasional dengan perencanan yang realistis dan mudah dijalankan, adanya pengawasan yang baik dan sebagainya. Dalam penyelenggaraan administrasi kepegawaian, harus benar-benar menerapkan sistem administrasi dengan pemahaman yang baik, artinya tidak menerapkan sistem “keponakkan” atau “anak angkat”, tapi berpedoman atas individu atau pelaksana yang benar-benar berkompeten pada jabatan yang tepat, karena Ilmu Administrasi tidak mengenal dan menolak adanya subyektivitas yang sempit. Demikian pula dengan segala urusan keuangan dan logistiknya harus transparan, dapat dipertanggungjawabkan penggunaan dan pengadaannya dan tidak mengenal sistem komisi atau “persenan” dan unsur-unsur lainnya yang tetap berpegang pada pokok perhatian Ilmu Administrasi yang benar yaitu Efisiensi.
 

 

 2.      Faktor Eksternal (External Factor)Disini penulis menyebut faktor ini sebagai faktor yang timbul karena tidak maksimal atau bahkan tidak diterapkannya pelaksanaan faktor internal tadi. Faktor inilah yang disebut-sebut kebanyakan orang dan dijadikan sebagai agenda politik, seperti misalnya besarnya angka kemiskinan dan pengangguran, pendidikan yang kurang merata, peningkatan kesehatan dan lain sebagainya. Jadi dikonklusikan bahwa Faktor ini secara tidak sadar ditimbulkan dari kurangnya pemahaman administrasi dari para penyelenggara pemerintahan itu sendiri, serta kurang maksimalnya penyelenggaraan Administrasi dalam pemerintahan.  Provinsi Lampung membutuhkan apa yang namanya revitalisasi administrasi—yang mencakup semua unsur-unsur administrasi diatas— untuk penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan pembangunan yang baik di segala sektor, dan revitalisasi ini hanya dapat berjalan apabila ada komitmen dari orang nomor satu di propinsi Lampung yang terpilih nantinya.  

Untuk itu siapapun nanti yang terpilih menjadi Gubernur di Lampung, maka ia harus mengambil dan menerapkan langkah-langkah strategis yang berpedoman dengan tujuan administrasi, yaitu efisiensi. Salah satu yang penting yang harus dilakukan yaitu harus dirumuskannya arah pertumbuhan dan perkembangan (direction of growth) yang dikehendaki terhadap revitalisasi administrasi dalam pembangunan. Karena itu, strategi pembangunan tidak hanya berisi indikator keberhasilan pembangunan sektoral saja, tetapi tiap sektor harus memiliki indikator keberhasilan peningkatan kapasitas administrasi sebagai penggerak roda pembangunan. Wassalam. (*)

Filed under: Birokrasi & Politik, ,

4 Responses

  1. nova mengatakan:

    bagus banget,,,,,,,,,,,
    cahyo aja deh
    lanjutin aja terus
    ok

  2. bimaconcept mengatakan:

    To nova : Makasih ya mba….kok link blognya ga ditulis, saya ga sempet bilang makasih. Makasihnya disini aja ya mba :)

  3. desi mengatakan:

    tanya boleh kan?
    apa se perbedaan mendasar antara birokrasi, administrasi, dan politisi?

  4. cappucino break mengatakan:

    Makasih mba desi.

    Menurut saya, perbedaan mendasar antara birokrasi, administrasi yaitu pada mekanisme dan lingkup bidang pembahasannya.

    Birokrasi tercakup dalam kajian ilmu administrasi, yaitu administrasi birokrasi (lebih populer dengan administrasi negara, pemerintahan). Birokrasi lebih banyak ke masalah yang berkaitan dengan pemerintahan atau ketata negaraan. mengatur tugas dan tanggung jawab aparatur negara dll.

    Administrasi cakupan ilmunya lebih luas, tidak sekedar di pemerintahan/ketatanegaraan, tapi juga bisa diimplementasikan ke bisnis (administrasi niaga), kalo administrasi digunakan pada kerjasama orang2 di perusahaan muncul administrasi perusahaan, dan seterusnya, tergantung dimana ilmu administrasi diterapkan.

    Nah kalo politisi….menurut saya (lagi), itu lebih ke personalnya. Disini saya definisikan ada dua, dalam arti negatif dan dalam arti positif. Politisi dalam arti negatif: orang yang berkiprah didunia politik hanya untuk tampuk kekuasaan, dan istilahnya segala cara di terobos untuk kekuasaan, hehe :) . Tapi kalo dalam artian positif, politisi adalah sosok yang benar-benar menguasai, berpengalaman dan tujuan utamanya tidak hanya sekedar kekuasaan, tapi lebih kepada memperjuangkan kesejahteraan rakyat (nah, yang ini kayanya jarang dan susah ditemui ; di Indonesia terutama).

    Mungkin ada yang mau menambahkan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengunjung

  • 156,702 hit

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: