cappuccino break

Ikon

-Just For Expression-

Kenapa Jadi PNS itu Sulit?

Ketika ada penerimaan CPNS, seringkali kita terkejut dengan jumlah pelamar yang jumlahnya sangat fantastis. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Masyarakat Indonesia, secara ekstrim umumnya dapat dikatakan pemalas, malas bekerja, malas berpikir yang ruwet, tapi mau hasil yang besar dan hidup dijamin. Paradigma inilah yang akhirnya terbentuk hampir di setiap masyarakat dan bahkan menurun sampai ke generasi muda, maka ketika ada pengumuman lowongan CPNS mereka berbondong-bondong menyerbu. Bayangkan saja, ketika saya bertanya pada temannya adik saya, “kenapa sih kamu berambisi sekali mau jadi PNS?” Dengan enteng dia menjawab,”Ya enak aja, karena kerjanya cuma gitu-gitu aja, masuk atau gak masuk tetap dapat gaji, dan ketika tua dapat pensiun lagi.” 

Memang benar sih apa yang dikatakannya. Tapi pemikiran seperti ini kan perlu diluruskan. Dan yang seperti ini pula akhirnya menyebabkan aparat pemerintahan yang tidak berkualitas. Apalagi sekarang zamannya banyak pejabat yang main titip, katanya:kuliah belakangan yang penting jadi PNS dulu. Dengan begitu, sdm yang benar-benar berkualitas dan kompeten di bidangnya dengan legawa harus minggir dari ajang populer ini.Mungkin ini jawaban yang tepat kenapa jadi CPNS itu sulit. 

Filed under: Opini, Pekerjaan, , , ,

5 Responses

  1. lia mengatakan:

    bener banget jadi PNS, enak karena kerjanya cuma gitu-gitu aja, masuk atau gak masuk tetap dapat gaji, dan ketika tua dapat pensiun lagi.”
    gw setuju banget. karena orang Indonesia males2 kali yach, mo; enaknya aja.

  2. bimaconcept mengatakan:

    mmg mba. sepertinya udh jd tradisi😦

  3. tessa mengatakan:

    betul mang,,,gw setuju… mendingan kita buka usaha sendiri daripada capek2 ngelamar jadi pns…

  4. tessa mengatakan:

    Cuti Patah Hati untuk Karyawan di Jepang
    Berani mencintai, berani patah hati. Begitu kata orang-orang dulu. Boleh-boleh saja, apalagi jika perusahaan tempat Anda bekerja memberikan cuti bagi karyawannya yang mengalami patah hati. Seperti yang dilakukan oleh perusahaan Hime & Company, perusahaan marketing di Jepang. Menurut Miki Hiradate, CEO Hime & Company, patah hati dialami hampir setiap orang karena itu ia memberikan waktu bagi karyawannya untuk menenangkan diri dengan harapan besok bisa kembali bekerja dengan fresh. Bagaimana di Indonesia?

  5. tessa mengatakan:

    Jangan Pernah Menelpon Sebelum Tidur!

    Mengobrol lama-lama di ponsel dengan kekasih sebelum tidur ibarat nina bobo yang akan membuat tidur lebih nyenyak. Namun penelitian yang dilakukan oleh Institut Karolinska, Universitas Uppsala di Swedia dan Universitas Waybe State di Michigan, AS mengatakan sebaliknya. Hasil penelitian mengungkapkan berbicara melalui ponsel langsung dari handset dapat mengakibatkan insomnia dan sakit kepala. Hal ini diakibatkan karena radiasi yang dipancarkan melalui handset membuat seseorang membutuhkan waktu lama untuk bisa tidur lelap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengunjung

  • 171,161 hit

Kategori

%d blogger menyukai ini: