cappuccino break

Ikon

-Just For Expression-

Antara Kepemimpinan Kaum Muda dan Tua

“Pemuda lebih cocok mencipta ketimbang memutuskan, Lebih cocok bertindak ketimbang menimbang, lebih cocok menggarap proyek baru ketimbang proyek mapan.Orang Tua terlalu sering menolak, terlalu lama berunding, terlalu sedikit berbuat.Sungguh baik bila terpadu keduanya, karena problema bisa terpecahkan oleh nilainya.” (Francis Bacon).

*****************************************************

Apa sih kepemimpinan atau istilah kerennya Leadership itu?Mungkin dalam keseharian, kita sering menjumpai istilah ini, baik dalam lingkup kerja, organisasi, atau bermasyarakat. Pemimpin (Leader) dan kepemimpinan itu berbeda, yaitu antara orang yang memimpin dan gaya atau cara memimpin untuk mencapai tujuan. Lantas ada pula pertanyaan, apakah pemimpin dengan sendirinya memiliki kepemimpinan?

Lebih jelas mengenai definisi ini, saya akan mengutip pendapat pakar mengenai istilah ini.Schneider, Donaghy dan Newman memberikan penegasan sebagai berikut:“A leader is defined as the individual formally given certain status through election, appointment, inheritance, revolution or any number of other means. Leadership refers to those behaviour performed by one or more individuals in the group which helps the group accomplish its goals.”Pemimpin didefinisikan sebagai seseorang yang secara formal diberi status tertentu melalui pemilihan, pengangkatan, keturunan, revolusi atau cara-cara lain. Kepemimpinan mengacu kepada prilaku yang ditunjukkan seseorang atau lebih individu dalam kelompok yang membantu kelompok dalam mencapai tujuannya.

Dari definisi tersebut, maka jawaban untuk pertanyaan diatas relatif. Bisa dikatakan ya, dan bisa juga tidak. Dikatakan Ya karena memang setiap pemimpin memiliki gaya dan cara yang berbeda-beda dalam memimpin. Dan dikatakan tidak apabila dalam memimpin, orang tersebut tidak berhasil membawa kelompoknya untuk mencapai tujuan yang diharapkan.Kembali lagi kepada pokok pembicaraan semula. Bahwa berbicara kepemimpinan berarti kita berbicara masalah prilaku, gaya atau cara. Dalam kaitannya dengan hal ini, maka ada 3 ciri pokok dari kepemimpinan, yaitu Persepsi sosial, Kemampuan berpikir abstrak, dan Keseimbangan emosional. Tiga hal inilah yang akan kita bahas dalam kaitannya Antara Kepemimpinan Kaum Muda dan Tua.

  • Persepsi Sosial adalah kecakapan dalam melihat dan memahami perasaan, sikap dan kebutuhan anggota-anggota kelompok. Hal ini mutlak harus dimiliki oleh seorang pemimpin.
  • Kemampuan berpikir Abstrak, yang berarti memiliki kecerdasan yang tinggi. Seorang pemimpin dituntut untuk memiliki kemampuan menafsirkan, menganalisis dan bahkan insting yang kuat dalam menghadapi suatu keadaan. Disini, dalam mengambil suatu keputusan atau kebijakan, pemimpin harus mengambil suatu resiko.
  • Keseimbangan emosional. Hal ini tentunya sangat penting ketika seorang pemimpin menghadapi masalah. Pemimpin yang bijak adalah pemimpin yang sanggup mengendalikan emosinya, dan bukan dia yang dikendalikan oleh emosi.
  • Dari ciri tersebut, jika dilihat secara obyektif nampaknya Kaum tua lebih mendominasi ketiganya meskipun tidak semua. Dalam mengambil keputusan, Kaum tua lebih banyak berpikir berdasarkan experience/ pengalamannya, sehingga kemungkinan resiko kegagalan sedikit banyaknya dapat diminimalisir. Kaum tua juga memiliki persepsi sosial dan stabilitas emosional yang cukup baik, mungkin karena faktor kedewasaan, pengalaman dan kematangan pemikiran. Biasanya dalam menilai orang lain dalam kelompoknya, ia lebih cenderung bercermin kepada dirinya sendiri.Namun, jika kita bertolak kepada kepemimpinan Kaum Muda, ada beberapa ciri yang dapat saya kemukakan, yaitu

    1. Lebih antusias dan bersemangat 
    2. Cenderung lebih egois dan menang sendiri, yang sangat erat kaitannya dengan stabilitas emosi.
    3. Bertindak dengan orientasi pada hasil dan prestasi untuk mendapatkan pengakuan
    4. Terlalu cepat dalam mengambil keputusan, atau berani “Gambling”
    5. Bertanggung jawab

    Dari ciri pokok ini, Kepemimpinan muda memang masih jauh untuk memenuhi ketiga ciri pokok yang telah saya sebutkan diatas. Namun, beberapa ciri positif yang dimiliki Kaum muda ini tidak dimiliki oleh kepemimpinan kaum tua, dimana ketika kedua golongan leadership ini dikonvergensikan, akan menciptakan kepemimpinan yang lebih Solid ketimbang kepemimpinan yang didominasi oleh kaum tua saja, seperti yang terjadi di negara kita sekarang.Jadi menurut hemat saya, sangatlah pantas apabila Kaum muda diberi kesempatan untuk mengemukakan apresiasinya dan atau memberikan gaya yang berbeda dalam memimpin.

    Filed under: Kepemimpinan, , , , ,

    4 Responses

    1. sahrul mengatakan:

      menurut saya
      siapapun pemimpin harus berani mengambil keputusan,karna kita bisa tau penilaiannya.kalau kita hanya berbicara dan terus berbicara maka suatu persoalan tidak akan bisa terpecahkan atau dengan kata lain persoalan atau permasalahn akan semakin rumit..
      lakukan sesuatu dan terjadilah pengalaman.
      salam…

    2. Fuhrer mengatakan:

      sosok pemimpin yang saat ini dibutuhkan oleh bangsa ini adalah pemimpin yang berani untuk “say no to neoliberalism” .

      Salam

    3. CHUI mengatakan:

      tida bisa kita bilang bahwa kaum tua tidak bisa memimpi (tidak produktif) untuk memimpin kaum muda karna dia lebih berpengalaman dan lebih kompten, dan sebaliknya kaum muda juga bisa memimpin kaum tua, ketika posisi dia lebih kompeten dibanding kaum tua. maka disini harus ada keselarasan dan keseimbangan antara kaum muda dan kaum tua.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Pengunjung

    • 171,161 hit

    Kategori

    %d blogger menyukai ini: